Tim Kompolnas Lakukan Kunjungan Kerja Ke Polda Kalsel

Tim Kompolnas Lakukan Kunjungan Kerja Ke Polda Kalsel

Tim Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) yang diketuai Ir. Dede Farhan Aulawi, SE, MM, didampingi Tenaga Ahli Bidang Anggaran Kombes Pol Jantje Jimmy Tuilan, SE beserta Staf Set Kompolnas Widodo, memastikan pihaknya akan mengawasi proses seleksi anggota Polri yang dilakukan tahun ajaran 2017. Pengawasan itu dilakukan untuk mencegah kemungkinan adanya praktek pungutan dari seleksi penerimaan.

Kedatangan Tim Kompolnas ke Polda Kalsel disambut Irwasda Polda Kalsel Kombes Pol Drs. Djoko Poerbo Hadijojo, M.Si didampingi Karo SDM Polda Kalsel Drs. Joko Suharyadi, Msi beserta para Pejabat Utama Polda Kalsel lainnya.

Pada kesempatan tersebut Ketua Tim mengatakan selain bentuk pengawasan, Kompolnas memikirkan sistem seleksi yang menghindarkan dari praktek korupsi. “Apa pun alasannya, masuk menjadi anggota Polri dengan membayar itu tidak dibenarkan,” kata Ketua Tim Kompolnas dalam Kunjungan Kerja ketika di Aula Rupatama Mapolda Kalsel, Kamis (15/6/2017) pukul 09.00 wita.

Polri tahun ini kembali menerima anggota baru tahun ajaran 2017. Ada tiga bidang penerimaan anggota, yaitu Tamtama Polri, Taruna Akademi Kepolisian, dan Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS). Untuk penerimaan Tamtama dan Taruna Akademi Kepolisian dibuka pada 14 Maret-8 April 2017. Sedangkan untuk SIPSS dibuka dari 25 Januari sampai 28 Februari 2017.

Ketua Tim Ir. Dede Farhan Aulawi, SE, MM,  mengajak masyarakat dan media untuk membantu mencegah adanya kemungkinan praktek pungutan dalam seleksi penerimaan anggota Polri. Caranya adalah masyarakat jangan mau mengeluarkan biaya yang dimaksudkan agar diterima menjadi anggota Polri. Sebab, penerimaan anggota dilakukan tanpa pungutan.

Selain itu, Kompolnas mengimbau kepada masyarakat untuk melaporkan apabila ada anggota Polri yang meminta uang untuk proses seleksi.

Kompolnas menyatakan siap menerima laporan adanya dugaan pungutan dari seleksi tersebut. Ketua Tim Ir. Dede Farhan Aulawi, SE, MM,  justru berterima kasih apabila masyarakat melaporkan adanya korupsi dalam seleksi anggota Polri, terlebih ada fakta dan bukan katanya orang.

Menurut Ketua Tim Ir. Dede Farhan Aulawi, SE, MM, apabila laporan tersebut disertai dengan bukti, Kompolnas akan mendorong bahkan memastikan pengawas internal Polri menerapkan aturan bagi anggota Polri yang terlibat dalam kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN) proses seleksi. Lebih lanjut, aturan tersebut berupa aturan disiplin, kode etik profesi Polri, sampai aturan pidana yang harus diterapkan. Bukan hanya Kompolnas, Bekto meyakini Polri akan sangat berterima kasih apabila masyarakat bersama Polri dapat menghilangkan praktek KKN dalam proses seleksi anggota Polri.

 

Penulis : Achmad Wardana

Editor   : Drs. Hamsan

Publish : Brigadir Yudha Krisyanto

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply